Keberagaman
Mitologi Umat
Berdiam
di Muka Bumi
-------------------------------
Pendahuluan
Alam
Semesta (Universe) maha luas yang melingkungi kehidupan makhluk berdiam di muka
bu-mi ini ialah ruang Alam maha besar, yang belum ada bandingnya dengan apapun yang
telah diketahui orang selama ini. Ruang Alam kosong lagi hampa udara (vakum)
maha besar ini, ter-nyata tempat keberadaan tidak terhitung bilangan benda-langit
yang beraneka ragam, mulai dari bintang yang memancarkan cahaya ke segala
penjuru ruang, bermacam benda-langit yang tidak memancarkan cahaya dinamakan planit,
dan masih banyak lagi yang lain, dan tidak mungkin dapat diperinci satu persatu
disini. Masih belum lagi diketahui orang bentuk Alam Semesta yang mengitari
kehidupan umat ini, apakah bulat bagai bola, atau persegi layaknya kubus, atau bentuk
lainnya; karena dengan mengatakan terdapat “batas”, sudah berarti ada ruang
lain yang berada disebelahnya, lalu mengecilkan ukuran atau dimensi yang disebut
terdahulu. Gambar-I memper-lihatkan ruang Alam Semesta yang terlihat dari permukaan
bumi.
Alam
Semesta mengitari kehidupan makhluk di muka bumi ini tidak diragukan lagi ruangan
yang amat sangat besar, dimana terdapat tidak terhitung banyak benda-langit (celestial
bodies) bertebaran yang mengisi Alam
Semesta, mulai dari yang tampak siang hari, seperti: matahari dan bulan, hingga
yang hanya terlihat pada malam hari, ketika cahaya matahari tengah terhalang oleh
bumi, membuat tak-terhitung jumlah bintang tampak gemerlapan menghiasi angkasa sejauh
mata memandang, terutama ketika cuaca lagi cerah dan langit sedang tidak berawan,
tidak terkecuali bermacam bintang berekor tengah melintas menampakkan diri di
angkasa warna kelam, dan ma-sih banyak
lagi lainnya.
Diperkirakan terdapat sekitar 170 sampai 200 Bilyun
(1 Bilyun = 1.000.000.000) jumlah Galaksi (Galaxy) terdapat pada bagian Alam
Semesta yang tampak dari permukaan bumi. Galaksi adalah himpunan: bermacam sistim-bintang,
beragam benda-langit, pecahan aneka ragam benda-benda langit, batu dan debu angkasa,
benda hitam (dark matter), dan gas-gas bertebaran antar bintang, yang terjaring
oleh sebentuk medan gravitasi. Istilah “galaksi” berasal dari “galaxias” dalam ba-hasa
Yunani, yang artinya “milky” dalam bahasa Inggris, atau “bersusu” dalam bahasa
Indone-sia. Lalu muncul istilah: “Milky-Way” dalam bahasa Inggris, dan “Jalur Bersusu”,
disingkat “Ja-lur Susu” dalam bahasa Indonesia; untuk menamakan galaksi dalam mana
terdapat sistim mata-hari (solar system) dimana ada bumi. Adapun “Milky way” sendiri
ialah terjemahan dari “Via Lactea” dalam bahasa Yunani, yang memperlihatkan tampilan
Galaksi di angkasa terlihat dari muka bumi bagai tumpahan “air susu” diatas meja,
yang diketahui orang berasal dari mithologi Yunani. Galileo Galilei seorang astronom
bangsa Italia yang pertama mengungkapkan kepada dunia pada tahun 1610, bahwa kumpulan
bintik-bintik yang memancarkan cahaya tampak di kejauhan angkasa bagaikan pita dari
bumi, sesungguhnya tidak lain dari tidak terhitung jumlah bintang yang setiap
dari pada berdiri sendiri. Galileo membuat sendiri teleskop yang digunakan untuk
membuktikan kebenaran pernyatannya.
Gambar-II
Terdapat aneka ragam Galaksi yang ada di Alam Semesta,
dimulai dari ukuran kecil terdiri ha-nya dari ribuan bintang bergabung, hingga dengan
yang ukurannya sangat besar memiliki Tril-yun (1 Trilyun = 1.000.000.000.000)
jumlah bintang yang bergabung. Setiap Galaksi berputar mengelilingi pusat massa
masing-masing. Galaksi yang tampak dari muka bumi bagai jalur-susu itu, lalu dibedakan
orang menurut tampilan masing-masing terlihat dari muka bumi, yakni: ellips,
spiral, dan tidak-beraturan. Banyak dari Galaksi yang terdapat di Alam Semesta
yang masih menyimpan lubang hitam (black hole) yang terdapat di pusat massa masing-masing
yang masih bersifat aktif. Gambar-II memperlihatkan sebuah Galaksi berpenampilan
spiral.
Gambar-III
Jalur-Susu
(Milky-Way) kemudian menjadi nama Galaksi yang sangat terkenal, karena didalam-nya
terdapat “Sistim-Bintang” dikenal dengan nama: “Sistim-Matahari” (Solar System),
sebagai-mana terlihat pada Gambar-III. Sistim-Matahari adalah sebuah sistim bintang
dimana yang memancarkan cahaya dinamakan Matahari atau Surya, dan terdapat delapan
planit yang me-ngorbit mengitari bintangnya. Salah satu planit yang terdapat
dalam Sistim-Matahari, yakni pada orbit ketiga, ialah bumi (earth). Permukaan planit
disebut belakangan ini, menjadi tempat berdiam berbagai makhluk hidup,
masing-masing bernama: manusia, hewan, dan tumbuh-tum-buhan. Gambar-III
memperlihatkan Galaksi Jalur-Susu (Milky-Way) terdapat dalam Alam Se-mesta,
dimana Sistim-Matahari (Solar System) bertempat tinggal, atau berkediaman, atau
juga berdomisili.
Gambar-IV
Gambar-IV
memperlihatkan Sistim-Matahari dari Gambar III yang ukuran dibuat lebih besar.
Dari gambar ini terlihat jelas kedelapan planit yang mengitari Matahari,
masing-masing: Mer-kurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus. Tampak pada gambar akhir ini, diantara planit Mars dengan planit Yupiter
terdapat sebaran bongkahan bebatuan Alam Semesta yang juga mengitari Matahari.
Gambar-V
Gambar-V
memperlihatkan bumi yang juga bernama planit biru (blue planet) oleh warna yang
di tampilkannya di angkasa. Adapun bagian permukaan bumi yang tampak, meski kutang
jelas ter-lihat wilayahnya, ialah: Indonesia, anak benua India, Irak, Iran,
Semenanjung Tanah Arab, Tan-duk Afrika, Mesir, dan beberapa lainnya. Warna
coklat ingga hijau memperlihatkan wilayah darat di muka bumi, sedangkan warna
biru menunjukkan laut dan samudra.
Karena
Alam Semesta ini hampa udara, maka agar: manusia, bermacam hewan, dan aneka
ragam tanaman dapat bernafas untuk hidup, Ibu Bumi (Mother Earth) menyiapkan lapisan
atmosfir yang menyelimuti bumi dengan udara yang mengandung zat-asam atau oksigen
(30%), tidak ter-kecuali bermacam gas lainnya. Ibu Bumi juga menyediakan perairan
wujud: paya atau rawa, ko-lam, tambak, danau, sungai, laut, dan samudra, untuk menyediakan
air keperluan hidup manusia (70%), bermacam hewan, dan aneka jenis tanaman agar
dapat terhindar dari kekeringan. Selain dari itu, Ibu Bumi menyiapkan pula lahan
darat tempat berdiam di muka bumi bentuk: pulau, ke-pulauan, dan benua. Di atas
berbagai tempat akhir inilah manusia tinggal manusia dan mela-kukan beragam usaha,
seperti: bersawah, berkebun, menggali tambang, membangun industri, dan lain
sebagainya. Juga pada tempat akhir ini beragam tanaman tumbuh dan berkembang, dan
sekaligus menjadi tempat berdiam berjenis hewan liar dan peliharaan berkeliaran
menemukan makanan mereka. Agar supaya manusia, bermacam hewan dan aneka jenis tanaman,
demikian pula aneka ragam barang yang ada di permukaan bumi tidak terjatuh kedalam
ruang Alam Se-mesta yang kosong lagi hampa udara ini, Ibu bumi menyiapkan pula medan
gravitasi dan medan magnit di muka bumi (earth gravity and magnetic field) tersebar
merata ke segala penjuru planit ini, untuk mengamankan segala benda yang berada
di muka bumi agar senantiasa berada pada tempatnya.
Dengan
sendirinya muncul segera pertanyaan, bagaimana Alam Semesta tempat berhimpun tak-terbilang
jumlah Galaksi, aneka-ragam sistim-bintang, tidak terkecuali benda-benda langit,
pe-cahan yang akhir ini, beragam benda hitam, taburan bermacam debu dan gas, dan
masih banyak lagi lainnya, dapat hadir di Alam Semesta yang maha besar lagi teramat
luas ini. Manusia lewat akal-budi karunia Ilahi dimiliki, akan terus mempertanyakan
berdasarkan rasa ingin tahu ter-hadap permasalahan ini. Sampai dengan kini, masih
belum juga ditemukan orang jawaban yang memuaskan dahaga ingin tahu insan di
muka bumi. Bermacam theori telah dilontarkan sejak a-wal keberadaan insan di muka
bumi ini, diperkirakan berawal dari sekitar dua ratus ribu tahun yang silam, dan
masih menjadi bahan diskusi dan perdebatan tak kunjung selesai dikalangan insan
berfikir serta cerdik pandai bermacam bangsa di muka bumi, diwakili para
cendekiawan dan kaum rohaniawan beragam kepercayaan hingga agama. Dengan
kemajuan ilmu penge-tahuan dan teknologi, kini telah memasuki abad ke-21, dengan
pengetahuan yang telah begitu banyak terhimpun, kaum cerdik pandai pun telah
beralih menjadi akademisi beragam disiplin ilmu bermacam bidang, maka diskusi
dan perdebatan lalu memenuhi auditorium insan gemar berfikir dan mengetengahkan
pendapat berdiam di muka bumi, mulai dari lintang Barat planit biru hingga
dengan lintang Timur.
Ciptaan
Ilahi dan Penemuan Ilmu Pengetahuan
Ciptaan
Ilahi ialah pendapat tertua dan paling awal diketahui orang tentang bagaimana
Alam Se-mesta ini tampil ditengah kenyataan hidup manusia, bahkan jadi tempat
berdiam makhluk di Alam Semesta, sekaligus tempat berusaha untuk mencari nafkah
menjalani kehidupan Alam Fana selama
hayat dikandung badan.
Dengan
sendirinya penjelasan demikian tidak memuaskan dahaga ingin tahu manusia, dan
ilmu pengetahuan pun bergerak mencari penjelasan astronomi (astronomy) dengan
mengungkapkan cosmologi (cosmology) bagaimana Alam Semesta ini dapat terbentang
menjadi kenyataan menu-rut jalan fikiran dapat diterima akal juga bersifat logis.
Bukankah beragam peristiwa atau ke-jadian berlangsung da ditemukan orang di
muka bumi dalam kehidupan sehari-hari juga berjalan menurut aturan yang masuk
akal atau logis. Perlu diketahui ilmu astronomi beserta kosmo-loginya merupakan
salah satu dari sekian ilmu pengetahuan yang berhasil diungkapkan manusia di muka
bumi berasal dari Alam Semesta, sebagaiman juga: matematika, fisika, mekanika, teknik,
ilmu logam (metalurgi), dan masih banyak lainnya, tidak lain dari kaidah bermacam
pengetahuan yang “dihamparkan” Tuhan Yang Maha Esa, tepatnya Allah Subhanahu
Wataala, bersamaan dengan tampilnya Alam Semesta bermilyard tahun yang silam. Bermacam
penge-tahuan telah berhasil ditemukan, dan diungkapkan oleh warga bumi
wabilkhusus siapa saja dari mereka yang giat melaksanakan penelitian dan
pengembangan ilmu dan pengetahuan untuk men-dapatkannya dengan bersungguh-sungguh.
Difihak yang lain, bermacam Kitab Suci mulai dari agama bumi hingga dengsn
agama samawi yang menyusul kemudian setelah manusia berdiam di muka bumi, tidak
lain dari “firman” yang disampaikan oleh Allah Subhanahu Wataala kepada umat disampaikan
melalui utusan-Nya. Karena itu tidak mungkin ada pertentangan antara apa yang
“dihamparkan-Nya” di Alam Semesta ini silam dengan apa yang “difirmankan-Nya” kemu-dian
pada umat berdiam di muka bumi. Kalau ternyata kemudian muncul ketidak sesuaian
ber-bagai bagian dari apa yang “dihamparkan-Nya” ditemukan para ilmuwan dengan
apa yang “difir-mankan-Nya” menurut hasil kajian (interpretasi) kaum rohaniawan
bermacam kepercayaan hing-ga agama, maka hal itu tidak lain disebabkan oleh “kelemahan
manusia” memahami keduanya, yakni: apa yang telah dihamparkan-Nya dengan yang ayan
difirmankan-Nya kemudian, sehingga perlu dicarikan penyebab yang menimbulkan
perbedaan untuk diselesaikan dengan tepat, tanpa menyebabkan adanya kontroversi
dibelakang hari.
Karena itu,
tidak ada salahnya apabila manusia berusaha menurunkan bermacam theori tentang
bagaimana Alam Semesta ini tampil menjadi kenyataan menurut jalan fikiran
manusia yang sis-tematis berjalan logis, berangkat dari theori ilmu pengetahuan
yang dikembangkan dan hasil pengamatan (observasi) Alam Semesta dan pengalaman
hidup yang dihimpun umat di dunia ini. Dibawah ini diturunkan aneka ragam
theori yang telah dikembangkan umat di muka bumi sela-ma ini.
I. Periode Menjelang Tarikh Masehi.
1. Alam Semesta Brahmanda (telur Kosmos). Dalam
kitab Hindu bernama Rigveda, ditulis pada
sekitar Abad
ke-15 hingga ke-12 memasuki tarikh Masehi diterangkan, bahwa Alam Semesta
ini
selalu dalam pergantian atau berayun, dimana sebuah “telur kosmos” bernama
Brahmanda,
bermuatan
segala yang terdapat dalam Alam Semesta (termasuk Matahari, Bulan, semua Pla-
net, dan
lainnya) berkembang dari sebuah titik konsentrasi tertentu bernama Bindu,
sebelum
kembali menyusut
ke keadaan yang semula. Kosmos ialah Alam Semesta yang memiliki atu-
ran. Alam
Semesta ini berulang kali mengembang lalu menyusut berlangsung terus menerus
tanpa mengenal henti.
2. Alam Semesta Nabi Musa AS. Pada sekitar Abad
ke-14 sebelum tarikh Masehi di semenan-
Jung Sinai
turun Firman Tuhan untuk umat Yahudi yang kemudian dikenal dengan kitab
Taurat. Di
dalam kitab ini diterangkan bagaimana Alam Semesta ini muncul menjadi kenyata-
an kepada umat berdiam di muka bumi.
3. Alam Semesta Anaxagoras. Pada sekitar Abad ke-5 sebelum
Masehi seorang filosof Yunani
bernama
Anaxagoras beranggapan, bahwa kosmos adalah campuran asli dari segala macam ba
gian yang menjadikannya
dari pecahan amat sangat kecil. Campuran ini tidak semuanya sera-
gam,
karena ada bagian yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari lainnya, juga
bervari-
asi dari satu
tempat ke tempat yang lain. Pada suatu ketika tertentu, campuran ini bergerak o-
leh perbuatan
“nous” (akal), dan adukan ini pun berpindah mengakibatkan bermacam bagian
pembentuk
memisahkan diri lalu melahirkan berjenis bahan dengan sifatnya masing-masing,
seperti yang ditemukan orang pada saat ini.
4. Alam Semesta serba atom. Kemudian pada Abad ke-5
sebelum Masehi, dua orang filosof Yu-
nani,
yakni: Leucippus dan Democritus, mengajarkan
segalanya yang serba atom. Menurut
kedua pemikir Yunani ini, Alam Semesta yang
maha besar lagi sangat luas ini terbentuk dari
unsur amat sangat kecil yang tidak dapat dibelah
dan tidak pula dapat dihancurkan bernama
“atomos”. Kata atom berasal dari atomos
dalam bahasa Yunani artinya terkecil yang tidak
dapat dibelah lagi. Segala benda nyata, apapun
bentuknya terdapat di Alam Semesta terbuat
dari susunan bermacam atom abadi dengan
ruang kosong tak berbatas terdapat diantaranya,
dengan mana keduanya menciptakan bermacam kombinasi
yang menciptakan beragam ben-
tuk bangun.
5. Alam Semesta Aristoteles. Aristoteles seorang
filisof Yunani dari Abad ke-4 sebelum Masehi
memperkenalkan pula Alam Semesta
geosentris, dengan bumi yang tetap bertindak sebagai
pusatnya. Benda-benda langit lainnya lalu
mengitari bumi dengan bermacam orbit lingkaran
sepusat, tidak terkecuali beragam bintang
yang terdapat di kejauhan angkasa. Walaupun ia me
ngakui
Alam Semesta ini terbatas ukurannya, akan tetapi ia bersikukuh mengatakan bahwa
tampilannya tidak berubah dan statis sampai
ke akhir zaman. Aristoteles juga memperkenal-
kan empat unsur alam klassik yakni: api,
air, tanah, dan air, dan digerakkan dua gaya berla-
wanan, masing-masing: gaya berat
(kecenderungan tanah dan air untuk tenggelam) menuju
ke dalam perut bumi dan menguap naik
keudara (kecenderungan udara dan api naik ke atas).
Akhirnya ia menambahkan lagi elemen kelima
bernama ether, untuk menjelaskan bahan pe-
ngisi ruang kosong (vakum) Alam Semesta terdapat
diantara berbagai macam benda langit.
(Click for a larger version)
Alam Semesta bumipusat atau geosentris Aristoteles
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm)
Alam Semesta bumipusat atau geosentris Aristoteles
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm)
6. Alam Semesta Stoic. Kaum Stoic pandangan filsafat
Yunani purba (sekitar Abat ke-3 sebelum
Dan setelah
Masehi) ketika itu percaya akan adanya “pulau Alam Semesta”, yakni kosmos ter-
batas yang
dikelilingi ruang hampa udara (vakum) tak terbatas (tidak beda pada dasarnya de-
ngan
Galaksi). Menurut pendapat mereka kosmos ini berubah-ubah ukurannya dan berdenyut
melibatkan
pergolakan api yang sangat besar. Menurut kaum Stoic, Alam Semesta ini bagai sa
tu tubuh
makhluk raksasa, dengan berbagai bagian tubuh utama: beragam bintang dan Mataha-
ri, namun
semuanya saling berkaitan, sehingga apa yang terjadi pada suatu bagian akan segera
mempengaruhi
bagian lainnya. Mereka juga percaya pada kejadian berkala dalam sejarah,
yang
mengatakan bahwa dunia ini awalnya adalah sebuah bola api, dan akan kembali
lagi
menjadi bola api. (Pendapat ini berasal dari
Heraklitus).
7. Alam Semesta Heliosentris. Pada Abad
ke-3 sebelum Masehi, seorang astronom dan matema-
tikawan Yunani bernama: Aristarchus dari Samos, ialah orang pertama di
dunia yang menga-
takan dalam argumen terbuka model “Sistim Matahari” atau Solar System, menempatkan
Ma-
tahari, bukan Bumi, sebagai pusat peredaran Alam Semesta yang dikenal
orang ketika itu.
Ia mengemukakan Bumi berputar pada porosnya setiap hari dan beredar mengorbit
Matahari
dalam lintasan berupa lingkaran, yang diiringi segugusan bintang tetap. Gagasan yang disam-
paikannya ini ditolak masyarakat karena orang banyak menggandrungi
ajaran geosentris yang
telah diperkenalkan oleh Aristoteles dan Ptolemaeus. Baru 1800 tahun kemuian Kopernikus
berhasil memulihkan Sistim Matahari Aristarchus. Meskipun demikian
terdapat kekecualian:
Seleucus dari Seleucia, hidup sekitar satu abad setelah Aristarchus, tetap
mendukung gagasan
Heliosentris dan memanfaatkannya untuk menerangkan munculnya banjir
(rob) dan pengaruh
kedudukan Bulan. Seorang astronom dan matematikawan India bernama Aryabhata
pada akhir
Abad ke-5 Masehi mengatakan bahwa orbit Bumi mengitari Matahari yang bukan
lingkaran, a
kan tetapi ellips; demikian juga
astronom Muslim yang bernama Ja’far Ibnu Muhammad Abu
Ma’shar al-Balkhi dan mengakuinya pada Abad ke-9 Masehi.
II. Periode Setelah Tarikh Masehi
8. Alam Semesta Nabi Isa AS. Tepat pada awal tarikh
Masehi Nabi Isa AS lahir di Nazareth, de-
kat Bethlehem,
Israel. Isa AS membawa kitab suci agama Kristen untuk umat Nasrani yang di-
namakan
Injil. Di dalam kitab ini diterangkan bagaimana Alam Semesta ini muncul menjadi
kenyataan dihadapan umat yang berdiam di
muka bumi.
9. Alam Semesta Ptolemaeus. Pada Abad ke-2 setelah Masehi, seorang astronomer dan metema-
tikawan Mesir-Romawi bernama Claudius Ptolemaeus
menerangkan model geosentris berang-
kat kebanyakan dari pendapat Aristoteles,
bahwa planet-planet dan Alam Semesta ini juga me-
ngitari Bumi siklustepi (epicycle). Dalam hal
masa berlaku, model kosmologi (cosmologi)
ini ternyata
terpanjang masa berlakunya dibandingkan lainnya yang pernah diketahui orang.
Model lain dari gagasan awal Ptolemaeus,
diperkenalkan pula oleh Sekolah Islam Maragha
(the Islamic Maragha School) pada Abad
ke-13, Abad ke-14, dan Abad ke-15 setelah Masehi,
termasuk model bulan pertama oleh Ibn
al-Shatir, dan penolakan Bumi diam namun berfihak
kepada bumi beredar dari pandangan Ali
Qushji.
(Click for a larger version)
Alam Semesta bumipusat atau geosentris Ptolemaeus
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm)
Alam Semesta bumipusat atau geosentris Ptolemaeus
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm)
10. Alam Semesta Nabi Muhammad SAW. Pada awal abad
ke-7 setelah Masehi, Nabi Muham-
mad
menerima wahyu dari Allah dalam gua Hiraq, Mekah, Saudi Arabia, mengajarkan
kitab
Al-Quran
untuk kaum Muslim yang mengajarkan agama Islam. Di dalam kitab ini diterang-
kan
bagaimana Alam Semesta ini muncul menjadi kenyataan kepada umat berdiam di muka
bumi.
11. Alam Semesta Abraham. Sejumlah
masyarakat berpendidikan kala itu Keristen, Islam, dan
Yahudi mengangkat permasalahan Alam
Semesta tetap menurut waktu. Pada Abad ke-6 se-
telah Masehi, filosof Keristen bernama John Philoponus dari Alexandria menolak
pernyataan
Yunani kuno yang mengatakan tentang lampau yang tak terbatas, dan
barangkali komentator
petama mengatakan bahwa Alam Semesta ini terbatas dalam waktu, sehingga
mempunyai a-
wal. Masyarakat theolog awal Muslim, seperti Al-Kindi (abad ke 9 Masehi,
dan Al Gazali se-
(abad ke 11 Masehi) menyampaikan
argumen logis yang mendukung Alam Semesta terbatas,
bagaimana juga filosof Yahudi dari abad ke-10 bernama Saadia Gaon.
12. Alam Semesta Sebagian
Heliosentris. Pada abad ke-15 dan Abad ke-16 setelah Masehi, So-
mayaji Nilakantha dari Sekolah Astronomi dan Matematika Kerala (The
Kerala School of
Astronomy and Mathematics), di selatan India mengembangkan sistim
komputasi untuk se-
bagian sistim model planit heliosentris, dimana Mercurius, Venus, Mars, Jupiter,
dan Satur-
nus, mengorbit mengitari Matahari, lalu semuanya menorbit Bumi. Dan pendapat
ini mirip
sekali de ngan sistim Tychonic
yang diperkenalkan oleh bangsawan Tycho Brahe, kemudian
pada Abad ke-16, sebagai gabungan dari model-model Ptolemaeus dan Kopernikus.
13. Alam Semesta Kopernikus. Pada
tahun 1543 M seorang astronomer dan polimatik (polyma-
th) bangsa Polandia bernama Nikolaus Kopernicus berupaya menyesuaikan
model geosentris
Maragha pilihan Ibnu Al-Shatir dengan keperluan Alam Semesta “heliosentris
kuno” usulan
Aristarchus.
Uraian theori heliosentris dipublikasikannya, memperlihatkan bagaimana bermacam
benda la
angit dapat bergerak tanpa harus membuat bumi harus diam di pusat Alam
Semesta, yang me
nebabkan penelitian ilmu berkembang lebih jauh dan meletakkan landasan sejarah
ilmu pe-
ngetahuan moderen, terkadang dinamakan Revolusi Kopernikus. Adapun yang
disebut prin-
sip Kopernikus (bumi bukanlah sebuah pusat pilihan) berdampak pada kenyataan
bahwa ber-
macam benda langit juga tunduk kepada hukum alam (fisika) sebagaimana
yang berlaku di
muka bumi, dengan pertama menemukan dahulu kosmologi (cosmology) sebagai
bidang il-
mu, dan bukan mencari cabang filsafat yang baru samasekali.
(Click for a larger version)
Alam Semesta mataharipusat atau heliosentris Kopernikus
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm
Alam Semesta mataharipusat atau heliosentris Kopernikus
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm
Pada tahun 1576 astronomer Inggris bernama Thomas Digges mempopulerkan
gagasan Kopernikus, juga meluaskannya dengan menempatkan begitu banyak sistim bintang
sampai tak terhingga, tidak hanya sejumlah sisitim bintang band sempit relatif
kurang bermakna, sebagaimana yang dikerjakan Kopernikus. Astronomer Italia
Giordano Bruno tahun 1584 bahkan lebih jauh lagi mengembangkan prinsip
Kopernikus ini dengan mengatakan, bahwa Sisitim Matahari (Solar System)
bukanlah pusat Alam Semesta, tetapi kemungkin sistim bintang yang relatif
kurang bermakna diantara yang tak terhingga lain-nya. Pada tahun 1605, Johannes
Kepler melaksana penyempurnaan lebih jauh dengan melenyapkan samasekali orbit
lingkaran dan menggantikan semuanya dengan orbit ellips yang memudahkan penjelasan mengapa planet-planet
bergerak terlihat aneh. Dukungan kontroversial Galileo ketika itu terhadap
model heliosentris Kopernikus, meski ditentang keras Takhta Suci di kota Roma pada awal abad ke-17, banyak
berjasa mempopulerkan ide heliosentris.
14. Alam Semesta Vortex Kartesian. Pada
pertengahan abad ke-17, filosot Perancis René Des
cartes membuat model Alam Semesta yang banyak kesamaannya dengan cara
Newton
yang kemudian Alam Semesta statis dan tak terbatas. Akan tetapi, menurut
Descartes, ru-
ang vakum di angkasa tidak kosong samasekali, namun berisi bahan
(materi) yang berke-
liling dalam pusaran besar dan kecil. Pendapatnya mencakup pusaran kolam
cairan ether
atau benda amat halus, dan menghasilkan apa yang lalu dikenal dengan
pengaruh gravita-
si.
15. Alam Semesta Statis (Pandangan Newton).
Pada tahun 1687, Sir Isaac Newton dari Ing-
gris menerbitkan tulisan berjudul “Principia” (Hukum Dasar), yang menjelaskan
diantara
berbagai hal, ialah Alam Semesta dalam keadaan: statis, keadaan tetap,
dan keadaan tak
terbatas, yang oleh Einstein pada awal Abad ke-20, dijadikan sebagai
masukan (sampai
dengan ia buktikan sebaliknya). Dalam Alam Semesta Newton benda (
materi) berukuran
besar terbagi secara merata, dan Alam Semesta ini dengsn medan
gravitasinya seimbang,
tetapi pada hakekatnya tidak stabil.
16. Alam Semesta Hierarkhis dan
Hipothesis Nebula. Walaupun pada dasarnya masih ber-
pandangan Alam Semesta statis dari
Newton, bahan (materi) dalam Alam Semesta hier-
arkhis terkelompok kedalam sekala hierakhi lebih besar, dan menjalani
daur ulang yang
tidak habis-habisnya. Hal ini pertama kali digagas oleh Emanuel
Swedenborg pada tahun
1734, seorang ilmuwan dan filosof asal Swedia, dan dikembangkan lebih
jauh secara ter-
pisah oleh Thomas Wright (1750),
Immanuel Kant (1755), dan Johann Heinrich Lam-
bert (1761), lalu model yang sama juga diusulkan oleh Pierre-Simon Laplace
tahun 1796.
Nebula adalah kata dalam bahasa Latin untuk awan, digunakan untuk
menerangkan kabut
debu, hidrogen, helium, dan beragam gas yang terionisasi lain.
Perang Dunia pertama, Perang Agung, Perang Global, berlangsung di daratan
Eropa
berlangsung
dari tanggal 28 Juli tahun 1914 hingga tanggal 11 Nopember tahun 1918.
17. Alam Semesta Einstein. Adapun
model Alam Semesta gagasan Albert Einstein dalam the-
ori dasar medan gravitasi pada awal Abad ke 20 tidak berbeda dari Newon
dalam hal A-
lam Semesta yang statis, dinamis stabil tidak mengembang maupun
menyusut. Akan teta-
pi ia perlu menambahkan “konstanta kosmologi” pada persamaan relativitas
umum untuk
mengimbangi pengaruh dinamis medan gravitasi yang apabila tidak akan
menyebabkan
Alam Semesta ini akan dengan sendirinya runtuh. Meskipun ia kemudian
mengabaikan
bagian dari theorinya itu ketika Edwin Hubble memperlihatkan tahun 1929
mengatakan
dengan tegas bahwa Alam Semesta ini tidak bersifat statis.
18. Alam Semesta Letusan Dahsyat (Big Bang).
Setelah Hubble memperagakan bahwa Alam
Semesta berkembang terus menerus tahun
1929 (dan terlebih setelah penemuan radiasi la-
tarbelakang (background radiation) gelombangmikro
(microwave) kosmos oleh Arno Pen
zias dan Robert Wilson pada tahun 1965).
bermacam versi Letusan Dahsyat telah pula ber
kembang menjadi jalurutama (maistream) pandangan
ilmu pengetahuan dewasa ini.
(Click for a larger version)
Alam Semesta Letusan Dahsyat (Big Bang) dan pengembangannya.
(Source: HETDEX: http://hetdex.org/dark_energy/index.php)
Theori Letusan
Dahsyat mengemukakan, bahwa Alam Semesta berasal dari sebuah titik tak terhingga kecil, dan tak terhingga
padat bernama singlaritas (singularity) sekitar 13 hingga 14 Milyard tahun
silam, yang berkembang terus sejak dari saat yang bersejarah itu. Bagian uta-ma
theori umumnya dialamatkan kepada Georges Lemaitre tahun 1927, seorang pendeta
dan ahli fisika Katholik-Roma dari Belgia tahun (bahkan sebelum muncul
sumbangan Hubble), meski theori yang sama pernah diusulkan tetapi tidak dilanjutkan
oleh Alexander Friedmann seorang kebangsaan Rusia tahun 1922. Fridmann
sebetulnya telah menyiapkan dua model A-lam Semesta yang berkembang berangkat
dari persamaan-persamaan theori relativitas umum Einstein, sebuah lengkung
positiv atau sistim koordinat spheris, dan lainnya lengkung nega-tiv atau ruang
hiperbolis.
19. Alam Semesta Berayun. Ini adalah model
Alam Semesta yang digemari Albert Einstein, se-
telah menolak model Alam Raya awal pilihan
sebelumnya tahun 1930 silam. Alam Semesta
berayun ini mengikuti model Alam Semesta
berkembang dqari Alexander Friedmann yang
juga berangkat dari persamaan-persamaan
relativitas umum lengkung positif (ruang spheris),
membuat Alam Semesta berkembang sesaat lalu
kemudian menyusut kembali oleh gaya ta-
rik medan gravitasi, berayunan abadi
Letusan Dahsyat yang diiringi Susut Dahsyat. Waktu
ayun berlangsung tidak terbatas dan tidak
pula terdapat waktu permulaan, dan awal
waktu
paradox dalam hal ini ditiadakan.
Perang Dunia Kedua, Perang Global,
berlangsung dari tahun 1939 hingga tahun 1945 mes-
ki telah diawali konflik sebelumnya. Sebagian
besar negara di muka bumi terlibat, termasuk
sejumlah negara besar, yang kemudian
mengerucut menjadi dua kubu, masing-masing: Se-
kutu dan Poros (Axis).
20. Alam Semesta Mantap. Ini adalah kosmologi bersifat
tidak standard (artinya bertentangan de
ngan model Alam Raya Letusan Dahsyat,
atau Big Bang) telah muncul dalam bermacam ver
si sejak theori Letusan Dahsyat itu
diterima dan bergulir di kalangan para ilmuwan. Salah sa-
tu variasi populer dari Alam Semesta
mantap (steady state) telah diajukan tahun 1948 oleh
Fred Hoyle seorang astronomer Inggris berikut
dua astronomer Austria masing-masing Tho-
mas Gold dan Hermann Bondi.
(Click for a larger version)
Perluasan Alam Semesta diamati yang menggelembung
(Source: Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Cosmic_inflation
Perluasan Alam Semesta diamati yang menggelembung
(Source: Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Cosmic_inflation
Telah diramalkan bahwa Alam Semesta ini terus
menggelembung, meski kepadatannya ti-
dak bertambah kendati bahan (materi)
terus menerus ditambahkan kepadanya, tidak lain gu-
na mempertahankan agar kepadatan bahan
dalamnya selalu tetap. Meski masih terdapat ke-
kurangan, akan tetapi model Alam Raya
ini sangat populer sampai dengan ditemukan radia-
asi latarbelakang gelombangmikro kosmos
oleh Arno Penzias dan dan Robert Wilson tahun
1965), yang menyokong model Alam Raya
Letusan Dahsyat (Big Bang).
Proyek Apollo, penerbangan angkasa
luar ketiga oleh Amerika Serikat dilaksanakan NASA,
mulai tahun 1969 hingga tahun 1972
mendaratkan manusia di permukaan bulan. Dari 17 bu
ah proyek dirancang: Apollo 11, Apollo
12, Apollo 14, Apollo 15, Apollo 16, dan Apollo 17
berhasil mendarat di permukaan
bulan dan kembali ke bumi dengan selamat.
21.
Alam Semesta Menggelembung. Pada tahun 1980, seorang fisikawan Amerika Alan
Guth me
ngusulkan model Alam Raya yang juga
berangkat dari Letusan Dahsyat, tetapi melengkapi-
nya dengan masa awal penggelembungan
kosmos eksponential untuk mencari jalan keluar ter
hadap permasalahan horizon dan datarnya
model standard Letusan Dahsyat. Variasi lain dari
Alam Semesta yang menggelembung ialah model
siklus yang dikembangkan oleh Paul Stein-
hard dan Neil Turok pada tahun 2002 menerapkan Theory-M mutakhir
(state-of-the-art M-
Theory), theori superstring (superstring
theory), dan Brane cosmology, yang menyebabkan A
lam Semesta ini mengembang lalu menyusut secara
berkesinambungan tidak pernah menge-
nal henti.
22. Alam Semesta Jamak. Andrei Linde
seorang fisikawan Rusia-Amerika mengembangkan lan-
jut gagasan Alam Semesta menggelembung tahun 1983, memperkenalkan theori
gelembung
kaotis (penggelembungan abadi), menggambarkan Alam Semesta ini sebagai
salah satu dari
sekian banyak bilangan balon yang tampil, sebagai bagian dari “multi
universe” disingkat:
“multiverse”, atau dalam bahasa
Indonesia Alam Semesta Jamak, disingkat: ASJ oleh hadir-
nya ruang vakum yang belum sirna. Ahli
fisika Hugh Everett III dan Bryce DeWitt dari Ame
rika Serikat sebenarnya telah lebih dahulu mengembangkan dan mempopulerkan
“dunia ja-
mak” untuk multiverse mereka yang ketika itu masih pada tahun 1960 dan
tahun 1970.
Sebagai pilihan lain telah pula dikembangkan, dimana Alam Semesta yang
dapat diamati ini
hanyalah bagian kecil beraturan dari sebuah Kosmos besar takberhingga
kebanyakan darinya
berada dalam keadaan kaos (kacau balau), atau bagian Alam Semesta
teratur ini tampaknya
hanya satu episode sementara dari sederetan takberhingga kebanyakan bersifat
kaotis dari
rangkaian susunan tidak beraturan.
Pengamatan Alam
Semesta.
Para astronom yang mempelajari kosmilogi lalu melakukan
pendekatan dari apa yang telah
dihamparkan-Nya, dan mendirikan pusat-pusat pengamatan Alam Semesta bernama
observa-
rium di seluruh penjuru dunia, dari berbagai ketinggian diatas muka laut
untuk mengamati pe
rilaku beragam benda-langit guna mengungkapkan: keberadaan, sifat, dan prilaku
setiap dari
padanya untuk diketahui dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya yang bersifat
kebendaan saja
yang harus diketahui ilmuwan, tetapi juga yang bukan-benda, seperti:
tenaga hitam (dark e-
nergy), benda hitam (dark matter), neutrinos, dan lain sebagainya yang
belum terungkap. Pe-
ngamatan terhadap apa yang dihamparkan-Nya, kini telah pula berkembang
dari yang awal-
nya bernama “observatorium
bumi”, kini telah pula menjadi “observatorium terbang”, obser-
vatorium orbit”, “observatorium penjelajah”, dan “observatorium
pendarat”.
I. Observatorium Bumi.
Dibawah ini adalah sejumlah
observatoriun yang berhasil dibangun di muka bumi untuk
mengamati bermacam benda-langit berkegiatan
dalam Alam Semesta.
4. Tahun 1276, Observatorium Gaocheng, China.
6. Tahun 1442, Observatorium Kuno Beijing,
China.
15. Tahun 1695, Menara Sukharev,
Russia.
20. Tahun 1753, Institute Angkatan
Laut Kerajaan dan Observatorium, Spanyol.
24. Tahun 1764, Observatorium Astronomi, Brera , Italia.
25. Tahun 1765, Observatorium Mohr, Indonesia.
26. Tahun 1774, Observatorium Vatican,
Vatican.
27. Tahun 1785, Observatorium Dunsink
, Irlandia.
28. Tahun 1786, Observatorium Madras ,
India.
29. Tahun 1789, Observatorium Armagh , Irlandia Utara.
31. Tahun 1803, Observatorium Astronomi
National , Bogotá,
Colombia.
34. Tahun 1830/1842, Depot of Charts
& Instruments, Observatorium Angkatan Laut AS,
USA.
II. Observatorium Terbang
Observatorium terbang dipanggil
SOFIA adalah pesawatterbang Boeing 747SP diran-cang untuk menerbangkan teleskop
yang bergaris tengah 100-inchi. Observatorium terbang ini ialah sebuah proyek
kerjasama antara Pusat Aerospace Jerman dengan NASA Amerika Serikat. Ames Resea-rch
Center Silicon Valley milik NASA, bertugas melola program-program SOFIA, untuk tujuan
ilmu pengetahuan yang bekerja sama dengan Perkumpulan Peneliti Angkasa Universitas
berpu-sat di Columbia, Maryland, dan lembaga German SOFIA Iinstitute (DSI) dari
Universitas Stut-tgard. Pesawatterbang berpangkalan di Armstrong Flight Reseach
Center, Hangar 703, di Palmdale Calfornia, Amerika Serikat.
Keunggulan observatorium terbang ini
ialah keberadaannya yang tinggi di atas beragam instalasi darat terdapat di permukaan
bumi, sekaligus berada pada bagian paling atas atmosphere bumi se-hingga dapat
terhindar dari pengaruh perubahan cuaca.
Observatorium terbang juga lebih
menguntungkan ketimbang observatorium orbit (teleskop me- ngorbit bumi), karena
selain dari cepat dapat digunakan juga mudah merbaikinya dengan ongkos pengerjaan
yang lebih murah.
III. Observatoriun Orbit
Observatorium orbit adalah instrumen
pengamat Alam Semesta yang ditempatkan di angkasa lu-ar, dan kebanyakan daripadanya
mengorbit bumi. Teleskop angkasa dapat digunakan untuk me- ngamati bermacam objek
astronomi lewat spektrum panjang gelombang elektromaknit yang ti-dak mampu
menerobos tebalnya lapisan atmosphere bumi, dan inilah pula alasannya mengapa
observatorium bumi tidak dapat digunakan. Perlu diketahui atmosphere bumi ini
tidak dapat di-terobos radiasi ultrviolet, pancaran sinar-X, dan sinar-sinar
gamma, namun secara sebagian sinar inframerah mampu menerobosnya, dan itulah
sebabnya untuk sebagian spektrum gelombang e-lektromaknit pengamatan jauh lebih
baik dilakukan diluar atmosphere planit ini. Keuntungan lain dari observatorium
orbit, karena berada di luar atmosphere bumi, gangguan turbulensi udara dan
lain sebagainya yang biasa dialami observatorium bumi menjadi sama sekali tidak
ada. Sebagai akibatnya ketajaman
resolusi (angular resolution) gambar yang diperoleh teleskop Hubble di ang kasa
jauh lebih kecil ketimbang perolehan observatorium bumi pada bukaan jendela (aperture) yang sama. Akan
tetapi, segala keunggulan ini muncul dengan harga teleskop angkasa yang lebih
mahal kettimbang observatorium bumi. Karena keberadaannya di angkasa luar
teleskop yang ter- dapat di orbit sangat mahal biaya perawatannya. Teleskop
angkasa Hubble dirawat dengan meng utus pesawat angkasa bolak-balik (space
shuttle) berawak dari bumi datang berkala. Telaskop angkasa lain yang lebih dahulu
diluncurkan, karena letaknya lebih jauh dibiarkan saja hilang oleh biaya perawatan
yang tidak lagi terjangkau.
Teleskop
Hubble yang mengorbit bumi.
IV. Observatoriun Jelajah.
Upaya manusia untuk mengetahui lebih
jauh Alam Semesta, bagaimana ia muncul menjadi ke-nyataan dalam hidup Alam Fana
ini, lalu keadaannya, dan kemudian kemana akhirnya menuju kelak, kini dilakukan
dengan melepas “Observatoriun Jelajah” dari permukaan bumi dengan ber-macam
bentuk, maksud, tujuan, hingga mendarat di permukaan benda-langit (planit,
asteroid, atau lainnya) yang didarati, bahkan membawa kembali ke bumi selain
laporan ilmiah, juga as-berbagai contoh benda atau bahan yang berhasil dipungut
dari permukaan benda-langit (planit, teroid, atau lainnya) yang berhasil
dikunjungi. Terdapat dua golongan Observatoriun Jelajah ini, masing-masing: Observatoriun Jelajah Tanpaawak (OJT), dan Observatoriun
Jelajah Berawak (OJB). Laporan perjalanan OJT dikirim ke bumi melalui gelombang
elektromaknit berfrequensi tinggi yang ditangkap di bumi dengan antena parabola
besar. Adapun laporan OJB terbagi dua, ada yang dikirim dengan gelombang
elektromaknit frequesi tinggi, namun ada juga yang dibawa para astronout yang melakukan misi menjelajah
antariksa. OJT yang sudah menunaikan tugas tidak dapat lagi kembali ke bumi dan
akan berserakan terlantar di antariksa menjadi sampah A- lam Semesta (Universal
Waste) bikinan manusia.
Beragam
Misi Penjelajahan ke Angkasa Luar sejumlah negara.
Dua negara di muka bumi: Uni-Sovyet
(Rusia) dan Amerika Serikat lalu memulai perlombaan mengarungi angkasa luar
Alam Semesta ini, yang lalu diikuti negara-negara lain yang juga me-nguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi serta kemampuan ekonomi sesuatu bangsa.
1. Tanggal 4 Oktober 1957, Uni Sovyet meluncurkan satelit Sputnik-1 ke angkasa
yang kemu-
dian mengorbit bumi.
2. Tanggal 3 Nopember 1957, Sputnik -2
meluncur ke orbit bumi dengan anjing
Laika yang ber-
ada didalamya.
3. Tanggal 31 Januari 1958 Amerika
Serikat meluncurkan Satelit pertama Explorer-1 bikinan
“Jet Propulsion Laboratory” (JPL), dari Institut Teknologi California,
didorong roket Jupiter
C yang bertolak dari Cape Canaveral Florida dipimpin Dr. Wernher Von
Braun.
4. Tanggal 19 Agustus 1960,
Sputnik-5 membawa dua anjing bernama Strelka dan Belka. Kedua
hewan menjadi makhluk pertama yang berhasil melangsungkan perjalanan antariksa.
5. Tanggal 12 April 1961, Yuri
Gagarin cosmonaut Rusia menjadi orang pertama di dunia me-
luncur ke angkasa seputar bumi, dan kembali selamat tiba di bumi.
6. Tanggal 5 Mei 1961 Allan Shephard
cosmonaut Amerika Serikat pertama meluncur ke angka-
sa dan kembali lagi ke bumi.
7. Tanggal 25 Mei 1961, Presiden
Kennedy menantang negerinya mendaratkan manusia di per-
mukaan bulan sebelum Abad ke-20 berakhir.
8. Tanggal 20 Februari 1962,
astronaut John Glenn menjadi orang Amerika Serikat pertama yang
berhasil ke antariksa untuk mengorbit bumi.
9. Tanggal 16 Juni 1962, Valentina
Nikolayeva Tereshkova menjadi astronaut wanita pertama
di dunia asal Rusia terbang ke antariksa, dan kembali selamat di bumi.
10. Tanggal 18 Maret 1965, meski tertambat pada pesawat
angkasa, astronaut Leonov menjadi
manusia pertama
yang berhasil jalan-jalan di angkasa.
11. Tanggal 3 Juni 1965, astronaut Ed White adalah orang
Amerika Serikat pertama berhasil ja-
lan-jalan di
angkasa.
12. Tanggal 14 Juli 1965 pesawat antariksa Marinir 4
mengirim gambar permukaan planit Mars
yang pertama.
13. Tanggal 3 Februari 1966, pesawat angkasa buatan manusia
asal Rusia bernama Luna 9, ber-
hasil mendarat
di permukaan bulan untuk pertama kali.
14. Tanggal 2 Juni 1966, pesawat antariksa Amerika Serikat Surveyor
1 berhasil mendarat di per-
mukaan bulan
untuk pertama kali.
15. Tanggal 27 Januari 1967, astronaut-astronaut: Gus
Grissom, Ed White, dan Roger Chaffee te-
was dalam kecelakaan modul komando (command
module) ketika masih berada diatas landa-
san sebelum
luncur.
16. Tanggal 24 April 1967, astronaut Vladimir M. Komarov tewas
membentur bumi, ketika para-
sut pesawat antariksa
Soyuz 1 tidak berhasil mengembang ketika kembali ke bumi.
17. Tanggal 18 Oktober 1967 kapsul pendarat dari penjelajah Venera
4 berhasil menghimpun ke-
terangan (data) tentang
atmosphere planit Venus.
18. Tanggal 15 September 1968, pesawat angkasa Sovyet Zond 5
diluncurkan, menjadi pesawat
Antariksa pertama
yang berhasil mengorbit bulan, sebelum kembali ke bumi.
19. Tanggal 21 Desember 1968, pesawat antariksa Apollo 8
diluncurkan, dan awak pesawat ini
menjadi manusia
pertama yang berhasil mengorbit mengelilingi bulan.
20. Tanggal 20 Juli 1969, Neil Armstrong dan
"Buzz" Aldrin menjadi dua manusia bumi asal A-
merika Serikat
pertama berhasil mendarat di permukaan bulan, dan selamat kembali di bumi.
21. Tanggal 11 April 1970, Apollo ke 13 diluncurkan.
22. Tanggal 12 September 1970, pesawat antariksa Luna 16
milik Sovyet diluncurkan, dan men-
jadi pesawat antariksa
otomatis pertama berhasil membawa pulang contoh tanah bulan kem-
bali ke bumi.
23. Tanggal 17 Nopember 1970, robot otomatis Lunokhod 1
mendarat di permukaan bulan bersa-
ma Luna 17.
24. Tanggal 15 Desember 1970, Venera 7 milik Sovyet merupakan
penjelajah antariksa pertama
yang berhasil mendarat
di permukaan planet Venus.
25. Tanggal 19 April 1971, Rusia meluncurkan stasion antariksa
yang pertama Salyut 1.
26. Tanggal 30 Juli 1971, penjelajah bulan (moon rover)
pertama kali digerakkan untuk menjela-
jahi permukaan
bulan.
27. Tanggal 13 Nopember 1971, penjelajah Marinir 9 dari
Amerika Serikat menjadi pesawat an-
tariksa pertama
yang mengorbit planit Mars.
28. Tanggal 11 Desember 1972, Eugene Cernan dan Harrison
"Jack" Schmitt menjadi dua
orang
Amerika Serikat terakhir
yang telah berjalan di permukaan bulan.
29.Tanggal 14 Juli 1973, Amerika Serikat meluncurkan stasion
antariksa yang pertama Skylab.
30. Tanggal 17 Juli 1975, Apollo 18 dari Amerika Serikat bergandeng
di antariksa dengan Soyuz
19 dari Sovyet melakukan
apa yang dinamakan Apollo-Soyuz proyek ujigandeng.
31. Pada bulan Sepember 1976, penjelajah Amerika Serikat
Viking 2 menemukan air yang mem-
beku di
permukaan planit Mars.
32. Pada bulan Agustus dan September 1977 , Voyager 1 dan
Voyager 2 diluncurkan ke antariksa.
Voyager 2 diberangkatkan
sebelum Voyager 1, akan tetapi Voyager 1 berada pada trayektori
yang lebih
cepat.
33. Pada bulan Maret dan Agustus 1979, Voyager 1 dan Voyager
2 mulai mengirimkan gambar
planet Jupiter
berikut bulan-bulannya ke bumi.
34. Pada bulan September 1979, penjelajah antariksa Amerika
Serikat Pioneer 11 berhasil
mencapai planit
Saturnus lalu mengirim gambar ke bumi.
35. Tanggal 13 Nopember 1980, Voyager 1 lebih dahulu
mencapai planit Saturnus, karena itu le-
bih dahulu
mengirimkan gambar ke bumi.
36. Tanggal 12 April 1981, pesawat antariksa bolak-balik pertama
Columbia diluncurkan ke ang-
kasa.
37. Tanggal 26 Agustus 1981, Voyager 2 mencapai planit
Saturnus dan mengirim pula gambar ke
bumi.
38. Tanggal 4 Juli 1983, pesawat bolak-balik antariksa kedua
Challenge diluncurkan.
39. Tanggal 19 Juli 1983, Sally Ride menjadi antronaou
wanita pertama dari Amerika Serikat
dalam misi
Challenger kedua.
40. Tanggal 30 Agustus 1983, Guion Bluford menjadi orang
Afrika-Amerika Serikat pertama
terbang ke
antariksa.
41. Tanggal 3 Februari 1984, astronaut Bruce McCandless
menjadi orang pertama di dunia
berjalan-jalan
di antariksa tanpa diikat tali dengan pesawat antariksa.
42. Tanggal 30 Februari 1984, pesawat bolak-balik antariksa ketiga
Discovery diluncurkan ke
angkasa.
43. Pada bulan Oktober 1984, Kathryn Sullivan menjadi wanita
pertama di dunia berjalan-jalan di
antariksa asal
Amerika Serikat.
44. Tanggal 3 Oktober 1985, pesawat bolak-balik antariksa keempat
Atlantis diluncurkan.
45. Tanggal 24 Januari 1986, penjelajah Voyager 2 mulai
mengirim gambar planit Uranus ke
bumi.
46. Tanggal 28 Januari 1986, pesawat bolak-balik antariksa Challenger
meledak beberapa detik
setelah lepas
landas, menewaskan seluruh anak buahnya.
47. Tanggal 20 Februari 1986, bagian tengah dari stasion
antariksa Mir diluncurkan.
48. Pada bulan Agustus 1989, Voyager 2 mulai mengirim gambar
planit Neptunus.
49. Tanggal 10 Agustus
1990, penjelajah antariksa Magellan memetakan permukaan planit Ve-
nus memanfaatkan
peralatan radar.
50. Tanggal 24 Agustus 1990, pesawat bolak-balik antariksa Discovey
digunakan sebagai pemba-
wa untuk
menempatkan Teleskop Antariksa Hubble pada orbit mengitari bumi.
51. Tanggal 7 Mei 1992, pesawat bolak-balik antariksa Endeavor
diluncurkan untuk mengawali
perjalanan
perdananya.
52. Tanggal 12 September
1992, Mae Jemison menjadi orang Afrika-Amerika Serikat pertama
berada di
antariksa.
53. Pada bulan Desember 1993, pesawat bolak-balik antariksa Endeavor
melakukan perjalanan
perdana menghampiri
Teleskop Antariksa Hubble untuk melakukan pemeliharaan.
54. Tanggal 3 Februari 1994, Sergei Krikalev adalah
astronout Rusia pertama yang terbang de-
dengan pesawat
bolak-balik antariksa.
55. Tanggal 2 Februari 1995, Eileen Collins menjadi pilot
pesawat bolak-balik yang pertama.
56. Pada bulan Desember 1995, penjelajah antariksa Galileo
mengirim keterangan (data) planit
Jupiter ke bumi.
57. Tanggal 4 Juli 1997, penjelajah Mars Pathfinder tiba di
planit Mars, kemudian mengirim ke
bumi
gambar-gambar dari planit tersebut.
58. Tanggal 29 Oktober 1998, John Glenn menjadi manusia
tertua berada di antariksa.
59. Tanggal 23 Juli 1999, Eileen Collins menjadi komandan
pesawat bolak-balik antariksa wanita
pertama.
60. Tanggal 14 Februari 2000, penjelajah antariksa Amerika Serikat Near Earth Asteroid Rendez-
vous, disingkat NEAR
(Pertemuan Asteroid Dekat Bumi, disingkat PADB) melakukan per-
jumpaan dengan
asteroid, dan mengirimkan gambar -gambar asteroid Eros ke bumi.
61. Tanggal 12 Februari 2001, NEAR (PADB) mendarat di
permukaan asteroid Eros.
62. Tanggal 28 April 2001, Dennis Tito, warganegara Amerika
Serikat, menjadi wisatawan anta-
riksa yang
pertama di dunia, setelah membayar uang sebesar $20,000,000. kepada program
angkasa luar
Rusia.
63. Tanggal 1 Februari 2003, pesawat bolak-balik Columbia
hancur saat sedang kembali mema-
suki atmosphere
bumi.
64. Tanggal 13 Februari 2003, hasil panel penelitian dilakukan menemukan, bahwa semburan u-
dara suhu sangat
tinggi (superheated air) menerobos masuk lewat pecahan sayap pesawat Co-
lumbia sebelah
kiri, mungkin sekali masuk ke ruang roda pendarat saat menghujam ke atmos-
phere bumi, menyebabkan
gugurnya ketujuh astronaut.
65. Tanggal 25 Februari 2003, NASA meluncurkan teleskop
inframerah dengan garis-tengah ter-
besar yang diketahui orang, yakni: The Spitzer
Space Telescope.
66. Tanggal 21 September 2003, NASA mengakhiri misi Galileo
yang telah berlangsung 14 ta-
hun lamanya mengexplorasi
Jupiter, planit terbesar terdapat dalam Sistim-Matahari (Solar-
System), berikut semua bulan yang mengitarinya, lalu
menghujamkan pesawat antariksa itu
ke permukaan
planit terbesar itu dengan kecepatan 108.000. mil per jam, untuk menghindar-
kan limbah.
67. Tanggal 14 Januari 2004, Presiden Bush mengusulkan
program antariksa baru yang akan me-
ngirim lagi
manusia ke bulan tahun 2005, lalu mendirikan basis di planit Mars dan lainnya.
68. Tanggal 1 Juli 2004, pesawat antariksa Cassini mengirim
ke bumi gambar gelang-gelang Sa-
turnus yang
berkilau.
69. Tanggal 3 Juli 2005, pesawat antariksa NASA dengan sengaja
membenturkan diri pada comet
ukuran setengah
Manhattan (wilayah di kota New York) guna menghasilkan percikan kosmos
yang diperlukan
ilmuwan mengetahui bahan pembentuk kehidupn di bumi ini.
70. Tanggal 26 Juli 2005, pesawat bolak-balik antariksa
Discovery dengan tujuh orang astronaout
didalamnya;
inilah kali pertama Amerika Serikat meluncurka misi ke angkasa luar setelah ma-
lapetaka
Columbia tahun 2003 yang lalu.
71. Tanggal 15 Januari 2006, pesawat antariksa Stardust
milik NASA kembalike bumi mendarat
di gurun dekat
kota Salt Lake, pertama kali berhasil membawa pulang ke bumi debu yang di
tangkap dari
sebuah comet yang tengah melintas.
72. Tanggal 4 Agustus 2007, NASA meluncurkan penjelajah muka
planit Mars bernama Phoenix
Mars Lander.
72. Tanggal 8 Agustus 2007, pesawat bolak-balik antariksa Endeavour
dengan anak buah tujuh o-
rang diluncurkan
dengan seorang guru bernama Barbara Morgan turut didalamnya. Morgan
adalah seorang
guru pertama yang berada di antariksa asal Amarika Serikat sejak malapetaka
Challenger pada
tahun 1986 silam.
73. Tanggal 14 Januari 2008, NASA mengutus penjelajah
antariksa Messenger meliput planit
Merkuri dari
tinggi 124 mil dari permukaannya.
74. Tanggal 25 Mei 2008, Phoenix Mars Lander milik NASA
berhasil mendarat di permukaan
Mars mengirimkan gambar-gambar muka planet itu
kembali ke bumi, setelah menghabiskan
waktu 10 bulan dan
menempuh jarak 422 juta mil dari bumi. Para ilmuwan kemudian mela-
porkan, bahwa Phoenix
juga menemukan bongkahan-bongkahan es di planit merah itu.
75. Tanggal 6 Maret 2009, pesawat antariksa Kepler
diluncurkan. Adapun tugasnya menemukan
planit lain
diluar Sistim-Matahari (Solar-System), dalam kawasan jauh Jalur Susu (Milky
Way).
76. Tanggal 18 Juni 2009, NASA meluncurkan ke bulan Satelit
Pengamat dan Pengindra Kawah
(Crater Observation
and Sensing Satellite), juga dikenal dengan LCROSS. Perjalanan ini ber-
tujuan untuk
memastikan ada atau tidaknya es di bulan. Pada tanggal 13 Nopember 2009, il-
muwan NASA
mengabarkan telah ditemukannya “jumlah berarti” es didalam kawah dekat
Kutub Selatan
bulan.
77. Tanggal 10 Oktober 2010, Virgin Galactic, sebuah
perusahaan swasta, mengumumkan keber-
hasilan
perusahaannya dengan ujiterbang antariksa VSS Enterprise. Apa yang dilakukan peru-
sahaan
menyediakan penerbangan orbitrendah (suborbital) kepada warga bumi (private
citi-
zen) yang ingin
melakukan wisata ke antariksa orbitrendah di sekitar bumi.
78. Tanggal 11 Oktober 2010, Preside Obama menandatangani sebuah
undang-undang yang mem
beri NASA tugas khusus
bagi penelitian planit Mars dan asteroid sekitarnya.
79. Tanggal 8 Desember 2010, sebuah perusahaan swasta
bernama Space X meluncurkan pesawat
antariksa ke
orbit dan kembali selamat ke bumi. Ini merupakan usaha organisas bukan-peme-
rintah
(non-government) pertama di dunia pernah dilakukan dalam hal ini.
80. Tanggal 8 Juli 2011, pesawat bolak-balik antariksa
Atlantis menjadi pesawat bolak-balik
tera-
khir diluncurkan
ke angkasa. Misi STS-135 dengan empet orang anak-buah telah melakukan
pengiriman
logistik dan peralatan ke Stasion Antariksa Internasional, disingkat SAI (Interna-
tional Space
Station , disingkat ISS.
81. Tanggal 16 Juli 2011, pesawat antariksa NASA bernama
Dawn menjadi pesawat buatan ma-
nusia yang
mengorbit sebuah Asteroid.
82. Tanggal 26 November 2011, NASA meluncurkan Curiocity,
robot terbesar, dan yang terbaik
dilengkapi untuk
menyelidiki planit lain. Ia akan mencapai planit Mars pada tahun 2012.
83. Tanngal 22 Mei 2012, sebuah perusahaan komersial
antariksa bernama Space X meluncurkan
Misi Dragon C2+ yang
mengirim logistik ke Stasion Antariksa
Internasional (SAI).
84. Pada bulan Agustus tahun 2012, penjelajah Voyager 1
diluncurkan tahun 1977, berhasil men-
capai ruang
angkasa antar bintang.
85. Tanggal 6 Agustus 2012, kendaraan jelajah Curiosity
milik NASA berhasil mendarat di per-
mukaan planit Mars. Kendaraan jelajah sebesar mobil
itu, membawa serta rangkaian instru-
men mutakhir dan
percobaannya.
86. Tanggal 7 September 2013, NASA meluncurkan pesawat
antariksa tanpa awak LADEE dari
Wallops Flight
Facility milik NASA di Virginia. Ini merupakan penjelajah bulan ketiga milik
Badan Antariksa
Amerika Serikat sepanjang lima tahun.
87. Tanggal 24 Desember
2013, para astronaut NASA berhasil menyelesaikan tugas memperba-
iki Stasion
Antariksa Internasional setelah merayakan hari Natal yang langka di antariksa de-
ngan berjalan-jalan
di angkasa untuk memperbaiki sistim pendingin sebuah alat.
Dan
lain sebagainya menyusul kemudian.
Catatan:
Bahan dikutip dari NASA Space Exploration Timeline.
Perlu
dicatat, penjelajahan antariksa dengan roket dan satelit telah dipelopori Rusia
dan Amerika Serikat. Kemudian sejumlah negara yang tergolong kuat ekonominya
menyusul, seperti: Jepang, Jerman, Inggris, China, dan India. Penjelajahan
antariksa memang menghabiskan banyak dana, bukan saja mengembangkan ilmu
pengetahuan tentang Alam Semesta ciptaan Tuhan, tetapi juga untuk pertahanan
negara dan bangsa akibat kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan
dari hasil ciptaan Ilahi bersumber dari beragam Kitab Suci (Scriptures), dan
penemuan Ilmu Pengetahuan yang didukung
perkembangan Teknologi diutarakan diatas,
serta menerima pendapat telah timbulnya Letusan Dahsyat (Big Bang) tampil menjelang
kelahiran A-lam Semesta, maka dapat diterima
apa yang disampaikan dibawah ini:
1. Alam Semesta ini telah berusia :
13.800.000.000 tahun.
2. Sistim matahari dimana bumi berada telah beusia : 5.000.000.000 tahun.
3. Bumi ini berusia : 4.600.000.000
tahun.
4. Manusia berdiam di muka bumi berlangsung : 200.000 tahun.
Kehidupan
Alam Fana
Pada awalnya
manusia berada di muka bumi mendiami: pulau, kepulauan, hingga benua di ber-bagai
kawasan dari planit ini. Awalnya insan terhimpun kedalam: keluarga, kelompok
hidup atau komunitas, masyarakat, suku-bangsa, hingga bangsa. Kebanyakan dari mereka
masih sangat berjauhan satu sama lain dan bilangan insan berdiam di muka bumi pun
masih berum seberapa jumlahnya. Setiap keluarga, komunitas, masyarakat,
suku-bangsa, dan bangsa pada ketika itu lalu bertetangga dengan lingkungan alam
yang mengitari, seperti: kawasan tropis berhawa panas diseputar khatulistiwa, juga
kawasan subtropis berhawa sejuk hingga dingin di bagian bumi sebelah Utara dan belahan
bumi bagian Selatan. Selain dari itu, terdapat pula yang bernama perairan, antara
lain: paya atau rawa, tambak, sungai, danau, laut, hingga samu-dra. Ada juga yang
dinamakan dataran rendah wujud padang rumput yang sangat luas. Dari alam
sekitar muka bumi belakangan, lingkungan beralih menjadi dataran tinggi, dan di-lanjutkan
wilayah pegunungan berudara sejuk beragam
ketinggian diatas permukaan laut. Ada lagi kawasan lain di muka bumi menyajikan padang pasir luas berhawa panas, tandus,
lagi gersang terhampar di beberapa kawasan yang bersifat regional. Terdapat lagi
muka bumi bersalju berudara
amat dingin, mulai yang tampil musiman hingga dengan salju abadi, khususnya pada
bagian muka bumi yang bertetangga dengan kutub Utara dan kutub Selatan.
Adapun yang menjadi pemandangan
sehari-hari insan pada masa awal keberadaan di muka bumi ini, ialah: pertama: manusia dalam kelompok hidup yang
bersangkutan itu sendiri, diawali ke-luarga dekat hingga masyarakat tempat berdiam;
kedua: alam sekitar yang melingkungi di
muka bumi, antara lain: padang rumput luas, hutan hingga dengan rimba
belantara; perairan, mulai rawa atau paya, tambak, sungai, danau, laut, hingga dengan
samudra; lainnya padang pasir, padang salju mulai dari musiman hingga dengan salju
abadi; campuran dari bermacam ling-kungan sekitar yang telah disebutkan
sebelumnya; ketiga: apa yang menampakkan
diri di ang-kasa hingga ketinggian langit biru yang sangat jauh, dimana:
matahari dan bulan timbul tenggelam, bermilyard bilangan bintang gemerlapan di malam
hari, bintang-bintang berekor (komet) yang tengah melintas, dan masih banyak
lagi yang lain datang silih berganti yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Ketiga macam lingkungan yang mengelilingi insan berdiam di muka bumi, masing-masing:
“manusia”, “alam sekitar”, dan “beragam benda langit” menam-pakkan di angkasa, melahirkan
apa yang kemudian dinamakan: “Lingkungan Tiga Sekawan”, disingkat: LTS (The Three
Friendly Environment, disingkat: TFE) kepada umat yang kemudian mempengaruhi lahir
dan bathin insan berdiam di muka bumi, mulai: perorangan (individu), keluarga, komunitas, masyarakat, suku-bangsa, hingga
bangsa; dan tidak diragukan lagi menitipkan pesan yang telah menggugah “akal-budi”
insani dibagian bumi manapun mereka berada diseantero planit biru ini, lalu
meninggalkan rekaman berupa kesan dan pesan hingga yang citra yang melekat kepada
Tondi (Batak), Sanubari/Jiwa (Indonesia), Ruh (Arab), Soul (Inggris), Seele
(Jerman) dalam mutu (kualitas) dan jumlah deraan (kuantitas) berbeda-beda mulai
dari: perorangan, keluarga, komunitas,
masyarakat, suku-bangsa, hingga bangsa berdiam di muka bumi yang bulat bagai
bola, menelusuri waktu ribuan tahun lamanya menembus
perjalanan zaman.
Sebagaimana telah disampaikan, kelompok
manusia hidup di muka bumi, mulai: keluarga, ko-munitas, masyarakat, dan
lainnya masih sangat berjauhan satu sama lain kala itu diseantero planit ini.
Meski sudah tergabung kedalam beragam kelompok hidup mulai kecil hingga besar beraneka
ragam bentuk, masing-masing kelompok hidup ini masih dipagari pula jarak tempuh
berjalan kaki yang lama dan sangat melahkan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan
bahwa “re-volusi industri” belum lagi timbul di Eropa, belum lagi terdapat jalan-raya
(prasarana) dan kendaraan (sarana) dimana-mana yang menghubungkan berbagai
tempat di dunia dijalankan mesin pembakaran berbahan bakar bensin dan mesin
diesel berbahan bakar solar, sebagaimana yang telah dikenal orang sekarang. Pada
waktu itu orang bepergian ke tempat jauh, baik sen-dirian maupun berkelompok
harus berjalan kaki, atau menunggang ternak yang telah dijinakkan. Lintasan ditempuh
termasuk berulangkali keluar masuk hutan hingga rimba belantara, me-nelusuri jalan-setapak
antar kampung satu dengan lainnya yang biasa dilalui orang. Medan ditempuh termasuk menuruni lembah dan tebing
untuk sampai ke tepi sungai yang harus dise-berangi, dan setelah sampai di seberang,
kembali lagi mendaki tebing dan lembah untuk sampai di jalan rata seberang.
Perjalanan masih dilanjutkan dengan meniti galangan sawah, keluar masuk semak
belukar terbentang, termasuk melangkahi gunungan pasir penuh batuan, dan lain
sebagainya. Tidak jarang, orang harus berjalan kaki berhari lamanya, atau menunggang
ternak piaraan agar tidak kelelahan, menguras tidak sedikit tenaga dan waktu dengan
harus menginap di di sejumlah kampung untuk sampai ke tujuan. Apabila
perjalanan yang sama kini ditempuh dengan kendaraan bermotor diatas jalan-raya yang
ada seperti sekarang, waktu tempuh pastilah jauh lebih singkat dan samasekali
tidak menyeng-sarakan badan pelaku, karena dibantu jalan-raya yang terbentang dibantu
teknologi sarana transportasi yang sudah maju pula.
Meski di Timur Tengah terdapat peradaban
yang maju menjelang tarikh Masehi, akan tetapi “revolusi industri” di muka bumi
justru diawali dari daratan Eropa jauh di sebelah Utara, ketika itu boleh
dikatakan masih tergolong kampung ketimbang Timur Tengah. Gelombang pertama
revolusi dimulai dari tahun 1760 hingga 1820 dan 1840 (penghujung abad ke-18
dan awal abad ke-19) dengan ditemukan orang mesin-uap (steam engine) oleh James
Watt, dilanjutkan gelom-bang kedua dari
tahun 1840 hingga 1870, mengawali perubahan besar yang timbul di berbagai
bidang: ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan lainnya berlangsung besar-besaran
di bagian bumi itu. Revolusi industri lalu menemukan momentum dengan
tersebarnya jaringan jalan ke-reta-api dihela lokomotiv-uap membakar batubara
di bagian benua itu hingga ke Wladiwostok di wilayah kekaisaran Rusia. Juga tersebarnya
jaringan jalan-raya dengan ditemukannya mesin bensin oleh Nikolaus Otto dan
mesin diesel oleh Rudolf Diesel, keduanya berasal dari Jerman. Hingga dengan
dimulainya revolusi industri di Eropa, orang dimana-mana
diseluruh dunia ter-masuk kawasan Timur Tengah bepergian kemana saja hanya dengan
berjalan-kaki sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, paling banyak
menunggang hewan piaraan yang telah dijinakkan, atau naik kereta yang dihela binatang
peliharaan. Adapun hewan peliharaan yang banyak digunakan orang di seluruh dunia
ketika itu, adalah: kuda, lembu, sapi, bison, rusa salju (reindeer), unta di
Timur Tengah, dan setaranya.
Mitologi
Lingkungan Tiga Sekawan (LTS) lalu
dengan setia mengitari umat mulai: keluarga,
komunitas, masyrakat, suku-bangsa, dan bangsa, di muka bumi lalu mengawal hidup
keseharian manusia, diawali komunitas, alam sekitar, dan beragam benda langit,
pada masa awal keberadaan insan di permukaan bumi, setiap hari, minggu, bulan,
tahun, abad,millenium, mulai dari siang sampai malam; lalu mengetuk hati yang menggerakkan
akal-budi insani untuk menggerakkan berfikir (motivation), kemudian menumpahkan
gagasan (inspirasi) dari dalam bathin kedalaman benak (otak), mulai: perorangan,
komunitas, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa; melahirkan kehendak atau keinginan
untuk “melakukan” atau “berbuat” sesuatu” (do something) pada masa itu. Dengan
mengolah “akal-budi” (brain-heart) karunia “Ilahi” bersemayam dalam sanubari
insan: “akal” (brain) bertugas memecahkan bermacam permasalahan dan tantangan betapapun
muskilnya, “budi” (heart) menghimpun manusia dalam “kebersamaan”, dari:
perorangan, keluarga, komunitas, masyarakat, suku-bangsa hingga bangsa, demi menggalang
kemampuan akal bekerja supaya makin pekasa dalam berbuat dan bertindak. Dengan
demikian, segala macam rintangan sampai hambatan mulai yang kecil dan sederhana
(sepele) hingga yang besar dan sangat besar lagi muskil dan rumit serta mustahil,
dapat dipecahkan dengan cara bersama.
Lingkungan Tiga Sekawan (LTS) ini
lalu menciptakan mitologi yang menggalang
kebersamaan hidup insani, dalam keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa. Mitologi
berasal dari bahasa Yunani “mythos” yang artinya: ceritra rakyat dan “logos” artinya:
diucapkan atau tertulis. Mito-logi itu sendiri tidak lain dari hikayat atau
ceritra yang menempuh perjalanan waktu panjang lalu menjadi ajaran hidup tersimpan dalam sanubari untuk
menjaga kebersamaan hidup, mulai: kelu-arga, masyarakat, suku-bangsa, dan
bangsa. Mitologi juga amalan hidup yang diyakini dapat me-ngawal kebersamaan guna
keselamatan para penganutnya. Selanjutnya muncul para pemikir (thinkers) yang
mendalami mitologi untuk menjadikannya perantara (medium) guna mempersa-tukan memperjuangkan
hidup umat, mulai: perorangan, keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa. Disiapkan
pula acara dan ritual untuk waktu dan momen bersejarah yang diterima ber-sama
guna mengakrabkan kehidupan masyarakat di berbagai belahan bumi, tidak
terkecuali me-negakkan keadilan dan mejaga ketenteraman hidup, dan lain sebagainya.
Dan salah satu permasalahan sulit dan
menuntut pemecahan segera, ialah: “menyelamatkan Ibu Bumi dari beragam
pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang telah terjadi sejak awal
revolusi industri di muka bumi diawali dari Eropa silam, akibat dari perbuatan
tangan manusia oleh ketidaktahuan orang di dunia selama ini. Ketiganya menjadi:
“tiga-seuntai” atau “tiga-sekawan” yang bertugas menggugah
“akal-budi” (brain-heart) manusia yang dibutuhkan orang ketika itu; lalu berkembang dengan lahirnya
revolusi industri di Eropa silam; dilanjutkan
lahirnya beragam lembaga pendidikan lahirnya Pendidikan Dasar, dilanjutkan
Pendidikan Menengah, disusul Pendidikan Tinggi (Universitas), dan
lembaga-lembaga lain yang muncul kemudian di muka bumi. Menyusul pula bermacam lembaga
lainnya bergerak di bidang peneli-tian, pengembangan, penciptaan barang
(produk) dan jasa kebutuhan hidup manusia, tidak terkecuali yang untuk memenuhi
permintaan pasar melalui persaingan bebas di pasar terbuka. Kini umat di muka
bumi sudah mulai sadar, bahwa pengembangan “akal-budi karunia Ilahi” sudah
menjadi kewajiban setiap bangsa yang ada di muka bumi untuk memecahkan beragam
persoalan yang dihadapi umat pada saat ini, antara lain: keterbelakangan,
kemiskinan, me-ningkatkan kesejahteraan hidup, melindungi hak azasi manusia, ketenteraman
dunia, mene-gakkan keadilan terhadap semua bangsa, penegakan hukum yang adil
lagi beradab, dan masih banyak lagi yang lain kedepan. Hidup Alam Fana di muka
bumi semakin pelik, permasalahan yang ditimbulkan semakin sukar dipecahkan
menelusuri perjalanan waktu. Selain dari itu terdapat banyak tantangan yang
semakin berat dihadapi untuk menemukan jalan keluar yang diperlukan oleh bermacam
rintangan yang tidak putus-putusnya dihadapi.
Seandainya manusia dapat menghui
setiap permukaan planit yang terdapat dalam “sistim matahari” selain bumi ini,
maka tiga-sekawan penggerak
akal-budi manusia yang sudah dike-mukakan sebelumnya akan tetap saja sama,
terkecuali alam sekitar yang akan berbeda, sudah tentu akan disesuaikan dengan keadaan
permukaan planit yang dihuni; sedangkan pertama: manusia, dan ketiga: segala yang menampakkan diri di
angkasa hingga ketinggian langit, akan tetap saja sama. Demikian juga halnya, apabila
seandainya manusia dapat menghuni permukaan setiap planit bermacam “sistim
bintang” menyerupai “sistim matahari” yang ada di Alam Semes-ta maha besar dan
luas ini. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa “tiga-sekawan” peng-gerak akal-budi manusia” ini bersifat
semesta-alam (universal), artinya: akan dijumpai orang dimana saja ia berdiam
di seantero Alam Semesta yang sangat besar dan teramat luas ini.
Dengan
bumi bulat bagai bola dan garis-tengah rata-rata: 12.740 km, luas permukaannya:
510 juta km2. Lebih dari 70% permukaan bumi ini adalah air,
dan hanya 30% saja daratan. Meski demikian, dengan jumlah manusia yang berdiam
di muka bumi masih dalam bilangan puluhan hingga ratusan juta orang memasuki
“revolusi industri” di Eropa silam, kepadatan penduduk di permkaan bumi masih
tergolong jarang, dan bermacam komunitas yang hidup di muka bumi ini masih sangat
berjauhan satu dari lainnya. Dalam keterpisahan yang dipagari waktu berjalan
kaki sangat lama dan melelahkan, para insan dilengkapi: Tondi (Jiwa, Ruh, soul,
Seele), akal-budi, dan jasmani di muka bumi ketika itu, sadar akan keberadaan
mereka masing-masing. Dalam hidup berkelompok bernama komunitas silam, diawali
keluarga, masyarakat, hingga dengan bangsa, masing-masing komunitas lalu
berdiskusi diantara sesama mereka; mereka lalu berko-munikasi dengan lingkungan sekitar
tempat berdiam mengitari, seperti: padang rumput, hutan hingga rimba; sungai,
laut, hingga samudra; padang pasir, gurun, padang salju dari musiman sampai
dengan salju abadi; mereka juga tidak lupa berdialog dengan yang menampakkan
diri tinggi di angkasa dari siang hingga malam bermacam ketinggian dari ,
seperti: awan, langit biru, matahari, bulan, bintang-bintang yang gemerlapan, begitu
pula lainnya, mulai yang setiap hari tampak di langit hingga dengan yang jarang
tampil.
Mitologi Dunia
Mitologi
pun bermunculan dan berkembang di bumi menelusuri perjalanan waktu yang sangat panjang, sejak awal keberadaan manusia di muka
bumi ditaksir sekitar dua ratus ribu tahun yang silam dari saat ini, dan melalui
beragam zaman, dimulai: a. Zaman Batu, b. Zaman Perunggu
,
yang ditandai:
-
mitologi Proto-Indo-Eropa:
- Proto-Indo-Iran
- mitologi Mesopotamia (Sumeris,
Akkadia)
- mitologi Mesir
- mitologi Persia
- mitologi Canaan
- mitologi Hittit
- mitologi Hurian
- mitologi Rigvedic
- mitologi China;
dan
c. Zaman Besi, ditandai oleh:
- mitologi Klassik
- Yunani
- Romawi
- Norse
- mitologi Etruskan
- mitologi Celtik
- mitologi Germania; serta
d.
Zaman Purba akhir
- mitologi Slavia
- Mitologi Arab.
A.
Kawasan Asia
1. Asia Barat Daya
a. Zaman Purba
-
agama Sumeria
- mitologi Mesopotamia (Sumeria,
Assiro-Babylonia)
- mitologi Iran
- mitologi Semitik:
- Babylonia
- Arab
- Canaan
- mitologi hittit
- mitologi Hurrian
- mitologi Scythian
- mitologi Elamite
b. Zaman Pertengahan hingga Modern
- mitologi Armenia
- mitologi Arabia
- mitologi Iran:
- Balochi
- Ossetia
- Kurdish
- Persia
- mitologi Islam.
2. Asia Selatan
- mitology Ayyavazhi
- mitologi Hindu
- mitologi Tamil
- mitologi Buddhist.
3. Asia Timur
- mitologi China
- mitologi Jepang
- mitologi Korea
- mitologi Tibet
- mitologi Ryukyuan
- mitologi Ainu.
4. Asia Tenggara
- mithologi Filipina
- mitologi Melayu
- mitologi Indonesia:
- Batak
- Miangkabau
- Nias
- Melayu
- Dayak
- Toraja
- Asmat
- Sunda
- Jawa
- Papua
- mitologi Vietnam.
5. Asia Tengah dan Utara
-
ajaran Shamanisme dari Siberia
-
mitologi rakyat Turki dan Mongolia
- mitology Scythian
- mitologi Mongolia
- mitologi Finnik
B.
Kawasan Afrika
1. Afrika Tengah
- Bantu
- Bushomgo, Congo
- Baluba
- Bambuti (Pygmy), Congo
- Lugbara, Congo.
2. Afrika Timur
- mitologi Akamba (Kenya Timur)
- mitologi Dinka (Sudan)
- mitologi Lotuko (Sudan)
- Masai (Kenya, Tanzania)
- mitologi: Kintu, Kaikuzi, Warumbe,
dan lainnya (Uganda).
3. Tanduk Afrika
- mitologi Somalia.
4. Afrika Utara
- mitologi Berber
- mitologi Mesir (sebelum Islam).
5. Afrika Barat
- mitologi Akan
- mitologi Ashanti (Ghana)
- mitologi Dahomey (Fon)
- mitologi Edo (Nigeria, Kameron)
- mitologi Efik
- mitologi Igbo (Nigeria, Kameron)
- mitologi Isoko (Nigeria)
- mitologi Yoruba (Nigeria, Benin).
6. Afrika Selatan
- mitologi Khoikhoi
- mitologi Lozi (Zambia)
- mitologi Magalasi
- mitologi Tumbuka (Malawi)
- mitologi Zulu (Afrika Selatan).
C. Kawasan Australia dan Oseania
- mitologi Aborigin Australia
- mitologi penciptaan Kaluli
- mitologi Melanesia
- mitologi Mikronesia
- mitologi Papua
- mitologi Polinesia:
- Hawaii
- Mangarevan
- Māori
- Rapa Nui
- Samoa
- Tahiti
- Tongga
- Tuvaluan
D. Kawasan Kutub Utara
Ajaran Shamanisme dari Siberia tumpang tindih dengan Asia Utara, Eropa
Utara, dan
Amerika Utara:
- mitologi Finlandia
- mitologi Inuit
- mitologi Norse
- mitologi Sami.
E.
Kawasan Eropa
Zaman Purba:
- mitologi Yunani
- mitologi Romawi
-
mitologi
Etruskan
-
mitologi
Paleo-Balkan
- mitologi Lusitania
1. Eropa Utara
- mitologi Germania:
- Paganisme (percaya kepada
banyak Tuhan)
- Norse
- Anglo-saxon
- mitologi Finnik
- Estonia
- Finlandia
- Sami
- mitologi Slavia:
- Polandia
- mitologo Baltik:
- Latvia
- Lituania
- Prusia
2. Eropa Timur
- mitologi Hongaria
- mitologi Roma (Gypsy)
- mitologi Slavia
- mitologi Romania
- mitologi Tatar
3. Eropa Selatan
- mitologi Albania
- mitologi Catalonia
- mitologi Yunani
- mitologi Italia
- mitologi Lusitania
- mitologi Maltes
- mitologi Spanyol
- mitologi Turki
4. Eropa Barat
- mitologi Alpen
- mitologi Basque
- mitologi Frankish
- mitologi Perancis
5. Kaukasia Utara
- mitologi Nart Saga (meliputi:
Abazin, Abkhaz, Circasian, Occetia, Kharachay-Balkar,
Chechen-Ingusetia).
- mitologi Osetia
- mitologi Vainakh (meliputi Chechen
dan Ingusetia).
- mitologi Adyghe Habze.
6. Kaukasia Selatan/Transkaukasia
- mitologi Armenia
- mitologi Georgia
7. Kepulauan Inggris
- mitologi Celtik
- mitologi Irlandia
- mitologi Skotlandia
- mitologi Welsh
F. Kawasan Amerika
1. Mesoamerika
- mitologi Aztek
- mitologi Maya
- mitologi Olmek
2. Karibia
- mitologi Haiti
3. Amerika Selatan
- mitologi Chilota
- mitologi Brazilia
- mitologi Inka
- mitologi Guarani
- mitologi Mapuche
4. Diaspora Afrika
Kepercayaan dan agama orang-orang
diaspora Afrika:
- Hoodoo
- Vodou
- Santeria
- Obeah
- Kumina
- Palo
- Kandomble
- Umbanda
- Quimbanda
G. Mitologi Khayal
- mitologi William Blake
- mitos Lovekraft
H. Mitologi Syncretic
- mitologi theosofi (Tuhan)
Selain telah menjalani perkembangan
Zaman di bermacam Kawasan terdapat di muka bumi menelusuri perjalanan waktu,
mitologi lalu dibedakan pula menurut Agama (Religion) yang kemudian muncul di muka
bumi sebagaimana kriteria yang dibawah ini:
a. agama Bumi:
- mitologi Hindu
- mitologi Buddha
b. agama Samawi (Langit).
- mitologi Yahudi
- mitologi Kristiani
- mitologi Islam
II.
Ajaran Leluhur
Sebahagian
dari mitologi warisan leluhur berbagai bangsa dari masa silam, dalam perjalanan
waktu lalu berkembang menjadi kepercayaan yang berasal dari para leluhur.
1. Mitologi Romawi
2. Mitologi Mesir
3. Mtologi Yunani
4. Mitologi Jepang
5. Mitologi Mayan
6. Mitologi Mesopotamia
7. Mitologi Zoroaster
8. Mitologi Batak
10. …..
Masih banyak lagi lainnya.
III. Agama Bumi
Dalam
hal agama bumi, “mitologi” berasal dari ajaran berbagai orang suci dan terkenal
yang pernah ada di muka bumi diwaktu silam. Dinamakan agama bumi, karena
fikiran cerdas ini berasal dari se-orang atau kelompok cendekia yang pernah ada
dan hidup menjadi teladan serta berkarya selamag hidup di muka bumi. Ajarannya
diamalkan para pengikutnya dengan setia, lalu berkembang men-jadi kepercayaan
nyata dalam kehidupan masyarakat ribuan tahun, akhirnya menjelma menjadi a-gama
bumi.
1. Agama Hindu
2. Agama Buddha
3. Agama Khonghucu
4. Agama Shinto
5. Dan masih banyak lainnya.
IV. Agama Samawi
Dalam hal ini, “mitologi” diyakini
para penganutnya merupakan firman Tuhan didatangkan dari la-ngit untuk sesuatu
umat berdiam di muka bumi. Mitologi yang terhimpun menjadi Kitab Suci bermuatan
beragam Surah terinci dalam bermacam ayat yang didatangkan Tuhan diantarkan
oleh seorang Rasul atau Nabi yang datang dari langit. Dinamakan “agama samawi”
karena perkataan Tuhan yang telah terhimpun kedalam Kitab Suci berasal dari
langit, itu alasannya maka dinamakan “agama langit”. Dengan demikian Kitab Suci
itu adalah perkataan Tuhan yang dikirim dari langit dan diantarkan seorang
utusan (messenger) kepada manusia yang hidup di bumi.
Dari
sekian orang utusan Tuhan yang diketahui sejauh ini, ialah ketiga mitologi agama
yang paling akhir tampil berikut ini:
1. Nabi Musa AS sebelum tarikh Masehi,
diutus Tuhan mengantarkan Kitab Taurat kepada
umat Yahudi.
2. Nabi Isa AS pada awal tarikh Masehi,
diutus Tuhan mengantarkan Kitab Injil kepada umat
Nasrani.
3. Nabi Muhammad SAW pada tahun 610 Masehi,
diutus Tuhan mengantarkan Kitab Al-
Quran kepada umat Islam.
Revolusi Industri
Meski di Timur Tengah telah terdapat peradaban yang sangat
maju memasuki tarikh Masehi silam, akan tetapi “revolusi industri” diaali
justru dari daratan Eropa jauh di sebelah Utara, ketika itu masih tergolong
kampung ketimbang kawasan yang disebut terdahulu. Gelombang pertama “revolusi
in-dustri” muncul tahun 1760 hingga 1820 dan 1840
(penghujung abad ke-18 dan awal abad ke-19), pada ketika itu James Watt dari
Inggris baru memperkenalkan mesin-uap (steam engine) pertama di dunia
temuannya; disusul gelombang kedua dari tahun 1840 hingga tahun 1870, yang mengawali perubahan besar
kehidupan umat bermacam bidang, antara lain: ekonomi, budaya, pendidikan, kemasyarakatan,
dan lainnya di daratan Eropa Barat. Revolusi industri lalu menemukan momentum
dengan tersebarnya jaringan jalan kereta-api dihela lokomotiv-uap membakar
batubara di Eropa, yang meluas sampai Wladiwostok, di ujung Timur kekaisaran
Rusia. Jaringan jalan-raya pun kemudian menyusul di Eropa daratan dengan
diperkenalkannya mesin bensin oleh Nikolaus Otto dan mesin diesel oleh Rudolph
Diesel, keduanya oleh bangsa Jerman. Sampai dengan munculnya revolusi industri
di benua Eropa, umat dimana-mana dese-luruh
penjuru dunia pada ketika itu bepergian kemana-mana hanya dengan berjalan-kaki
seba-gaimana telah diutarakan sebelumnya, paling banyak mengendarai ternak
peliharaan yang telah dijinakkan, atau kereta yang dihela hewan peliharaan yang
sudah jinak. Adapun hewan yang banyak digunakan untuk angkutan penumpang dan
barang pada ketika itu dimana-mana di seluruh penjuru dunia, ialah: kuda,
lembu, sapi, unta, dan lain yang setara.
Revolusi industri yang muncul pada abad ke-18 silam,
mengantarkan umat menguasai “teknologi angkutan” yang memudahkan orang berdiam
di muka bumi bepergian memanfaatkan bermacam moda transportasi, melalui:
jalan-baja, jalan-raya, jalan-air, dan jalan-udara. Layanan angkutan kemudian berkembang
pesat, dimulai layanan angkutan dalam
kota-kota besar bersifat lokal atau setempat, lalu angkutan antar kota atau propinsi bersifat kawasan atau regional, dan
angkutan antar negara bersifat antarbangsa atau internasional. Dengan demikian
siapapun yang bermukim di muka bumi, dibagian bumi manapun berdiam, mulai:
perorangan, keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa, meski berjauhan letaknya
satu sama lain, dan dipagari jarak berjalan-kaki lama dan melelahkan, kini dapat
dengan mudah saling berkunjung untuk bersilaturrahmi, kapan pun, bersua siapa
pun, dan dimanapun di muka bumi ini, hanya dengan membeli tiket angkutan darat,
atau amngkutan laut, atau angkutan udara, dengan kehadiran aneka ragam moda
angkutan yang lahir dibidani oleh revolusi industri yang muncul di muka bumi silam.
Revolusi Elektronik
Kemudian menghampiri penghujung abad ke-20 lalu, dua
abad settelah revolusi industri tampil di Eropa silam, lahir pula “revolusi
elektronik” yang dibidani oleh: Teknologi Informasi dan Komunikasi, disingkat TIK”
( Information and Communication Technologi, disingkat ICT) yang memungkinkan
orang dapat bercakap-cakap dan bertatap muka langsung (in real time) lewat
layar pengamat (monitor screen) menggunakan apa yang dinamakan “Perangkat
Elektronik Bergerak”, disingkat PEB (Electronic Mobile Device, disingkat EMD) yang
dapat dikantongi dan dibawa kemana pergi, dan dinamakan orang: gawai (gadget).
Dengan demikian siapapun di muka bumi ini, mulai: perorangan, keluarga,
masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa, meski saling saling berjauhan letaknya, dipagari pula jarak
tempuh berjalan-kaki lama dan melelahkan, kini dapat dengan mudah
bercakap-cakap dan saling pandang untuk bersilaturrahmi langsung, kapan pun,
dengan siapa pun, dan dimanapun di muka bumi ini, dengan mengetahui “nomor telepon”
dan “membeli pulsa” memanfaatkan gawai, oleh hadirnya PEB beragam merek yang diper-dagangkan orang
di pasar elektronik di seluruh dunia, sejak timbulnya “revolusi elektronik”.
Dunia Yang Semakin Terbuka
Kedua jenis revolusi, yakni: “revolosi industri”
membidani beragam moda transportasi memindahkan umat cara lahiriah di muka bumi,
dan “revolusi elektronik” membidani PEB (EMD) lebih dikenal dengan istilah
gawai (gadget) menyampaikan berita atau informasi kepada siapaun, kapanpun, dan
dimanapun berada di muka bumi, menyebabkan mitologi yang lahir di berbagai
kawasan muka bumi, tampil sejak dari ratusan ribu tahun silam, bermuatan:
sejarah, ceritra, dan hikayat warisan luhur, dan lainnya yang telah menjadi
budaya; begitu juga bermacam hal bernilai sakral dan dikeramatkan di tempat
kelahirannya; aneka ragam kepercayaan mulai dari animisme bersifat setempat
sampai dengan agama dengan keimanan dari langit, mulai: perorangan, keluarga,
masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa; dalam seketika jadi terbuka kepada dunia
oleh kehadiran teknologi transportasi dan komunikasi yang telah meluas ke
seluruh penjuru dunia. Aneka ragam mitologi “harta hati-sanubari” insani beragam
komunitas asal bermacam bangsa, beragam budaya, aneka agama, mulai: perorangan,
keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa yang menjadi peradaban manusia terpecah
kedalam beragam pandangan hidup yang ada di muka bumi, lalu dijadikan bahan
atau materi kajian ilmu pe-ngetahuan dan perbandingan nilai oleh para
cerdik-pandai penggemar sains yang bekerja keras dalam bidang masing-masing
untuk mencari kebenaran hakiki.
Harta insani bersemayam didalam hati-sanubari umat
berbagai bangsa yang tidak seragam lahir ke muka bumi dalam perjalanan panjang menerobos
zaman dalam menciptakan peradaban, dalam waktu singkat dipertukarkan diantara
sesama insan dalam kegiatan bersilaturrahmi, baik didekatkan oleh “sarana transportasi” dengan kemudahan
bepergian memanfaakan beragam moda angkutan, maupun didekatkan oleh “sarana
komunikasi” PEB atau “gawai“ (gadget) beragam merek yang telah tersebar luas ke
seluruh penjuru dunia. Bermacam kelompok berkepentingan lalu memanfaatkan harta
insani bersemayam dalam hati-nurani menjadi bahan atau materi diskusi, kajian
ilmu pengetahuan bermacam disiplin ilmu sosial yang dikuasai untuk mencari kebenaran
mutlak atau absolut di dunia ini. Analisa perbandingan, asal: budaya, sakral,
kepercayaan, hingga keimanan, dan lain sebagainya lalu berkembang; diaali
negara maju hingga negara yang sedang
berkembang. Publikasi hasil kajian jenis ini, mulai yang awam hingga hasil
kerja para ahli bermacam keahlian menarik perhatian beragam media hingga dengan
penerbit. Publikasi hasil kajian akhir ini rawan menimbulkan silang pendapat sampai
sengketa diantara kaum yang pro dan kontra melahirkan pertikaian diantara kalangan
pewaris harta insani bersemayam dalam akal-budi tersebar dalam kehidupan
bermasyarakat, mulai: lokal, regional dan internasional, yang terdapat di muka
bumi ini.
Untuk memelihara Ketenteraman Hidup Masyarakat Dunia,
disingkat KHMD, (The Life Wellbeing of World Society, disingkat LW2S) yang
telah terjaga baik di muka bumi, kemudian terusik oleh hadirnya aneka ragam
moda transportasi dibidani “revolusi industri”, dilanjutkan beragam merek (brand) gawai (gadget) yang telah
diperdagangkan ke seluruh penjuru dunia dengan bebas dibidani “revolusi
elektronik” (revolusi digital) lebih dari dua abad silam, dan sudah pula mengusik
ketenteraman para pewaris harta karun insani diwariskan para leluhur silam. Kini
sudah tepat saatnya mendirikan: Majelis Mitologi Dunia, disingkat MMD (World
Mitho-logy Council, disingkat WMC) sebagai bagian dari PBB untuk menyediakan “rumah
perdamaian” (reconsiliation house) sebagai tempat untuk membicarakan segala urusan
yang berkaitan dengan mithologi dalam mengatasi persoalan yang telah maupun
akan timbul tentang hal ini. Adapun tugas MMD (WMC) ialah ”menyiapkan tempat”
berikut “fasilitas” dan “anggaran” diperlukan, serta “ kaum cerdik cendekia
dunia” yang akan mengambil bagian di berbagai kawasan strategis muka bumi ini,
sehingga segala macam persoalan yang mengemuka yang berangkat dari keaneka
ragaman harta karun insani bersemayam dalam hati-nurani umat berdiam di bumi
ini, khususnya yang bermuatan sakral, kepercayaan, dan agama, mulai dari yang
diwariskan para leluhur hingga yang diantarkan Rasul, dapat ditangani dengan
cepat, tepat, dan tuntas, sehingga kebersamaan hidup umat di planit ini dapat berjalan
harmonis.
--------
selesai --------
Penulis:
H.M.Rusli
Harahap
Pamulang
Residence, G1
Jalan
Pamulang 2, Pondok Benda. Kode Pos: 1541
Tangerang
Selatan, Banten. 11
Desember 2016
Tel.
021-74631125.











